Semoga…di 2007

Posted on Monday 1 January 2007

2007 sudah datang…baru saja beberapa jam.

Ketika semalam melewati akhir 2006 dan memasuki 2007 …langsung saya menerima beberapa sms.
Tidak langsung saya balas, karena masih salut dengan mereka yang masih meluangkan waktu untuk mengirimkan sms ke kerabatnya. Baru tadi pagi pagi punya kesempatan membalasnya.
Seperti biasa…saya tidak punya ritual untuk melewati malam tahun baru ini
Cuma sebelumnya…saya dan my Honey memperbarui beberapa komitmen kami ke depan.
Selebihnya…saya lebih tertarik menyaksikan acara2 televisi yang beraneka ragam…dengan daya tarik yang tetap biasa2 saja.

Banyak yang telah kita lalui di 2006…dan banyak sekali pelajaran yang bisa diambil.
Yang paling berarti adalah bagaimana memanage diri untuk tidak memiliki idola atau mengidolakan seorang public figure.
Yang lainnya….adalah untuk semakin membenahi diri untuk lebih banyak menutup mulut dan lebih banyak membuat karya, terutama untuk kegiatan sosial.
Menutup mulut juga bisa berarti semakin mengurangi asupan makanan yang kurang berguna ke dalam badan yang semakin dimakan usia dan juga bisa berarti mengurangi kata2 yang tidak perlu keluar dari mulut yang dapat menyinggung atau menyakiti hati orang lain.

Membuka cakrawala untuk mempelajari hal2 yang baru adalah salah satu resolusi tahun ini.
Dengan segala penafsirannya, biarlah saya berjuang menuju kesana.

Yang pasti…semoga saya dapat semakin dewasa untuk mengendalikan diri, dalam menghadapi segala situasi, tekanan dan ancaman dalam segala aspek kehidupan…dengan bimbingan-NYA.

Seperti dalam liriknya LETTO di lagu Sandaran Hati:

Teringat ku teringat…pada janji MU kuterikat
Hanya sejenak ku berdiri, kulakukan sepenuh hati
Perduli ku perduli, siang dan malam yang berganti
Sedihku ini tak ada arti
Jika KAU lah sandaran hati…..KAU lah sandaran hati.

Selamat tahun baru 2007 buat rekan2 semua.
Semoga 2006 jadi buku pelajaran yang baik
untuk melanjutkan hidup di 2007.
Dengan segala bimbingan NYA.
Amin.

Administrator @ 1:02 pm
Filed under: Footnote
Mohon Maaf Lahir Bathin

Posted on Monday 23 October 2006

Photobucket - Video and Image Hosting/>

Administrator @ 7:17 pm
Filed under: Photos
Zizou, the real football Maestro!

Posted on Monday 17 July 2006

Piala Dunia 2006 telah berlalu. Namun, menyisakan sebuah cerita yang menurut media massa dan pengamat sepakbola sebagai sebuah akhir yang menyedihkan buat Zidane. Tandukannya kepada Materazzi di menit ke 110 membuat dia harus diusir keluar lapangan oleh wasit Horacio Elizondo pada partai Final Piala Dunia 2006 yang berlangsung di Olympic Stadium, Berlin, saat Perancis melawan Italia.

Saya dan istri kebetulan menyaksikan partai akhir tersebut. Dan betapa kagetnya kami ketika melihat Zizou, panggilan Zidane, menandukan kepalanya ke dada Materazzi. Istri saya pun bertanya-tanya, apa yang dikatakan oleh Materazzi hingga Zizou menanduknya. Sambil iseng kami pun membahasnya. Apa kira2 yang dikatakan Materazzi untuk memprovokasi Zizou. Saya pun berseloroh, mungkin dia menghina Ibunya, sesuatu yang untuk seorang laki-laki sangatlah personal, dan bisa membuat mu ingin melakukan sesuatu kepada orang tersebut. Kalau saya jadi Zizou, mungkin saya akan melakukan lebih dari itu.

Partai Final adalah partai yang penuh dengan emosi yang memuncak. Keinginan untuk memenangkan suatu pertandingan yang berada di depan mata, membuat kita kadang kehilangan kendali di lapangan. Jangan kan sebuah final di Piala Dunia, bahkan saat bermain futsal melawan kantor2 lain, kerap emosi itu tidak tertahankan bila ada yg melakukan provokasi yang tidak perlu. Dalam salah satu pertandingan bola voli pun saya sempat bersitegang dengan pemain lawan. Jadi, hanya para pemain yang tau apa yg terjadi dilapangan. Tidak selalu tehnik2 indah dalam berolahraga, namun ada juga yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memancing emasi lawan.

Dalam pertandingan sepakbola atau olah raga lainnya yang selalu menuntut kemenangan, ketegangan tersebut tidak mungkin dihindari. Melihat Zizou dikeluarkan oleh wasit, setelah pertandingan usai Buffon (kiper Italia) berkomentar bahwa dia tidak heran bila Zizou melakukan itu, karena dia sering mendapatkan kartu merah di liga Italia (Serie A). Zizou paham betul bahasa Itali, sepaham pemain2 Itali bagaimana memprovokasi Zizou dengan baik. Buffon sangatlah benar, Zizou sering dapat kartu merah. Dan Buffon pasti tau mengapa dia sering dapat kartu merah….karena dia selalu emosi bila di provokasi mengenai asal-usul keluarga dan Ibunya. Apakah ini bagian dari skenario Italia? Wallahualam.

Banyak yang mencerca Zizou. Dia dianggap sebagai penyebab kekalahan Perancis. Namun, Perancis bukan kalah karena ulah Zizou, tapi karena Perancis tidak beruntung. Sampai 120 menit, kedua kesebelasan menunjukkan permainan yg atraktif. 1-1. Perancis malah lebih dominan. Seorang teman mengatakan bahwa Cattenacio menang, tapi maaf….menurut saya bukan cuma Catenaccio, tapi juga pertahanan Perancis. Hanya karena metode mereka telah diberi nama, makanya terkenal. Namun, sebuah drama yang tidak dapat dihindarkan dan paling menyebalkan, adu penalti….memang tidak bisa dihindari. Kedua tim, yang dari awal penyisihan hanya dipandang sebelah mata ternyata mampu menjinakkan tim-tim yang bertabur bintang dan lebih diunggulkan, dan menurut saya….kedua tim tersebut layak dianggap sebagai pemenang. Perancis tidak beruntung. Tendangan Trezeguet membentur tiang. 5-3 buat Italia. Dalam adu penalti tersebut, kedua kiper tidak dapat mementahkan 1 tendangan pun, bahkan Kiper No. 1 sekelas Buffon yang berkali2 tertipu si kulit bundar dalam drama tersebut.

Kembali ke Zizou. Saya baru2 ini mendapatkan pencerahan dari My Honey. Karena heran dengan kecaman seluruh dunia yang mengarah ke Zizou, dia lantas memberikan komentarnya. Katanya, mengapa orang2 tidak melihat dari sisi lain. Dengan segala titel pemain terbaik kelas dunia dan kesempatan menjadi juara, mengapa Zizou mau merelakan semua nya lepas demi harga diri keluarga agar tidak diinjak2 orang? Bukankah kita harusnya bangga, masih ada contoh orang yg hebat yg mau mengorbankan kehormatan pribadinya buat keluarga? Apakah hal itu pernah terlintas dipikiran kita?

Tidak ada yg perlu dibuktikan lagi oleh pemain hebat seperti Zizou. Segalanya sudah melekat pada dirinya. Kartu merah yg dia dapatkan, mestinya membuat kita tersadar bahwa, manusia pun ada batasnya. Dan Zizou pun hanya manusia. Kita terlalu disuguhi puja-puji setinggi langit olah media massa dan pengamat, dan seolah kita didoktrin bahwa seorang pahlawan itu haruslah tanpa cela.

Mungkin semua orang punya teori mereka sendiri2, namun teori istri saya layak saya jadikan bahan renungan.

Ada seorang teman yg menyematkan kata2 indah di status YM-nya. Menang atau kalah….it’s only a game…katanya. Saya setuju, maka dari itu konsep menang-kalah sudah saya tinggalkan ketika Perancis masuk ke Final. Mereka sudah mendapatkan ‘bonus’ tersendiri setelah lolos ke 16 besar.

Selamat menikmati pensiunmu dengan indah Zizou. Perancis akan menemukan jalannya sendiri. Sepakbola akan mengenangmu, dengan segala suka dan dukanya.

Administrator @ 4:13 pm
Filed under: Uncategorized
Puisi tanpa rhyme untuk Bunda Wati

Posted on Tuesday 6 June 2006

Sering sudah aku mendengar, membaca, dan merasakan tentang cinta
Namun baru kini ku tersadar
Bahwa aku belum cukup mencintai azkaku
Walau seringkali kupanggil dia tercintaku
Sampai sang Bunda datang dan menyentuhku

Dulu, kupikir
Menyayangi, mengasuh, membesarkan seperti yang kutau, itu sudah cukup untuk azkaku
Bekerja keras, mencukupi kebutuhannya, itu semua yang dibutuhkan azka
Bawa ke dokter tiap kali ada `masalah’, itu sudah hal paling benar untuk azka

Ternyata,
Itu hanyalah cinta apa adanya…
Bukan cinta yang sepenuhnya bertanggungjawab…
Bukan cinta yang selayaknya untuk my precious one….

Cinta yang skarang kupunya
Terasa jauh lebih indah dan menyejukkan
Karena
Cek imel di milis sehat tiap hari, itu termasuk cinta untuk azkaku
Datang ke Pesat walopun sering tergoda untuk cabut dan hasil kuis gak pernah bagus, itu karena sangat cinta pada azkaku
Berusaha untuk kuat dan gak tergoda cepat ke dokter, itu adalah bentuk cinta yang besar pada azkaku
Ngeprint artikel untuk dibaca walopun kadang ngerti kadang enggak, itu pengorbanan atas nama cinta untuk azkaku
Turun ke dapur bikin macam-macam makanan walopun masih sering dilepeh, itu juga perjuangan yang sangat manis untuk azkaku

Dan banyak lagi
Dan banyak lagi

Ternyata

Gak panik itu nikmat

Bersama suami diskusi kesehatan azka itu lebih asyik dari apapun
Ngulek bumbu yang dulu setengah mati susahnya menjadi sangat menyenangkan sekarang
Berusaha meyakinkan orang sekitar bahwa asi yang terbaik, itu sangat memacu adrenalin
Berusaha meyakinkan orang sekitar bahwa kasi obat harus RUD, itu lebih berat dari kerjaan

Dan yang paling mencengangkan
Ternyata
Berusaha memberi yang terbaik untuk azka tanpa ikut-ikutan salah kaprah, itu sangat menentramkan jiwa

Bunda
Entah bagaimana harus berterimakasih
Hanya dengan doa yang tulus
Bahwa perjuangan Bunda tak akan pernah sia-sia
Jangan pernah berhenti ya Bunda
Walau hanya dengan celetukan-celetukan bermakna di milis, di pesat
Walau hanya dengan sunggingan senyum di bibirmu
Itu sudah cukup untuk menyentuh hati kami semua

Jakarta 12 Jan 2006
Untuk dr. Wati, semoga cepat sembuh
With love, from bekti, linda, and our beloved azka…

=========================

Puisi di atas adalah buatan My Honey. Sebuah kenang2an kecil yang kami kirimkan kepada Panitia PESAT 4(Program Edukasi Orantua Sehat) untuk disatukan dengan kesan2 peserta lainnya untuk Bunda Wati.

Awalnya yang ingin membuat puisi adalah saya sendiri, namun kebetulan banget waktu itu kerjaan lagi sibuk2nya. Melihat gelagat saya yang terlalu sibuk, My Honey akhirnya berinisiatif membuat puisi sendiri. Tadinya dia buat untuk konsumsi sendiri, tapi setelah saya paksa2 akhirnya dia pun mau sharing. Hehehe…ternyata puisinya bagus banget….menurut saya lo. Akhirnya saya encourage dia untuk kirim ke panitia. Tentu saya…DIA TOLAK!

Lama enggak di kutak-kutik, akhirnya sampailah tenggat waktu untuk mengirim kesan2 ke Bunda Wati. Dan jatuhnya hari Sabtu pula. Kebetulan filenya enggak saya bawa, adanya di kantor. Daripada enggak…akhirnya saya memohon2 agar dia mau puisinya dikirimkan ke panitia PESAT

LAMPU HIJAU! Akhirnya…berhubung email yang berisi puisi itu ada di kantor kamipun pergi ke kantor. Di kantor saya, setelah sedikit2 di edit, kami pun mengirimkan puisi tersebut.

Lega rasanya…..
Semoga pengalaman kami mengikuti PESAT bisa berguna untuk Azka.

Di dunia ini mungkin banyak sekali pahlawan. Dan kita masing2 pasti punya pahlawan-pahlawan kebanggaan, selain orang tua kita. Buat saya, dr Wati atau Bunda adalah salah satu yang terhebat, walaupun tanpa tanda jasa dan puja puji.

Terima kasih banyak ya Bunda Wati.

Administrator @ 9:56 am
Filed under: Footnote
Perempuan itu…

Posted on Friday 12 August 2005

Perempuan itu
Pergi sehabis senja, meninggalkan ruang kehangatan
Di mana berkumpul kasih sayang, yang harusnya sangat didambakan
Olehnya dan buah-hati buah-hati nya

Perempuan itu
Menembus dinginnya malam, menanggalkan semua pelukan
Yang masih sangat diharapkan mereka yang ditinggalkan
Demi sesuatu yang dia sebut cinta…pada lelaki tanpa nama

Perempuan itu
Masih pantaskah disebut perempuan?
Bila yang melakukan adalah laki2..aku masih bisa mengerti
Kataku suatu kali

Dan marahlah seorang teman yang aku ajak berbagi kisah.
Laki-laki pun tak boleh melakukan hal itu.
Aku mengerti, kataku. Tapi aku juga akan mengerti bila laki2 melakukan hal itu
Karena pada dasarnya…laki-laki itu bajingan.
Dan mohon maaf..hanya yang terseleksi yang menjadi laki2 yang baik.
Ya…kau pun boleh panggil aku bajingan.

Perempuan itu
Telah rela dilepaskan oleh laki-laki sah yang memiliki cintanya
Yang telah sama2 menderita dan bersuka…untuk ketiga buah hatinya
Bukan karena dia merasa lemah tak sanggup menjaga
Namun ternyata, pernah juga ada orang ketiga sebelum si lelaki tanpa nama

Perempuan itu
Dimana seharusnya surga bersemayam disitu..dulu kata guruku
Aku pun tercenung, memikirkan buah hatinya yang tentu bingung
Mungkin mereka bertanya….apakah kami tak pantas merasakan surga itu
Dimanakah cinta tak bersyarat dari seorang ibu

Wanita itu
Hanya Tuhan yang tau..apakah makna dibalik semua sisi temaram waktu
Semoga DIA menjaga selalu ketiga buah hati yang lugu
Melalui tangan-tangan Nya, tangan-tangan kehidupan itu…selalu.

Amin.

Administrator @ 10:45 am
Filed under: Footnote
Bravo…Echo

Posted on Friday 8 July 2005

Ada kejadian lucu tadi pagi..at least menurut saya lucu. Tapi bener kok…lucu…gak pake lumayan….karena ternyata beberapa teman yang saya ceritakan pun turut terpingkal-pingkal.

Jadi begini, tadi pagi ada seorang customer service dari perusahaan-produser-printer-ternama-di-jakarta-yang-tak-boleh-disebut-namanya menelpon untuk mengkonfimrasi kesediaan saya untuk ikut seminar yang akan mereka adakan minggu depan. Berhubung undangannya belum saya terima, maka mereka bermaksud kirim email donk. Saya mah setuju aja…kapan lagi seminar lagi…di Hotel Mulia pula…makan gratis donk.

Nah, kemudian dia menanyakan alamat email kantor saya. Seperti biasa, kalau berhubungan dengan orang lain lewat telepon, kadang2 kita tidak bisa berharap mereka segera menangkap apa yang kita katakan. Misalnya, alamat email saya. Alamat email saya tuh sebenernya gampang, bekti@hplaw.co.id. Berhubung kita berkomunikasi lewat telepon, maka saya membantu si cs officer ini dengan mengeja satu persatu.

Terjadilah percakapan ini :
“Alamat email saya bekti at hplaw dot co dot id ya mbak”
“Bekti nya : Bravo Echo…..”Belum selesai saya mengeja nama , dia langsung menyelak
“Bravo-nya…pake V apa F Pak?”

HAAAAHHHHHHH?!?!?!?!!?!

Administrator @ 10:47 am
Filed under: All in a day's life
Aku Bersyukur : Tahun Ke-3

Posted on Wednesday 30 March 2005

Aku besyukur, Tuhan memberikanku kekasih, KAMU!

Ada suatu saat di dalam hidupku, ketika suatu hubungan bukanlah sesuatu yang kita inginkan. Bayangan pernikahan bukanlah kehidupan sehari-hari yang di penuhi dengan senyum bahagia. Namun, bagai sebuah mukjizat, Tuhan mengirimkan seorang kekasih untukku. Memang tak seperti di dalam dongeng2. Ada disekelilingku, namun ada yang menghalanginya. Namun pada saatnya yang tepat Tuhan menunjukkan jalan, memberikan rasa cinta yang indah, dan semuanya menjadi LUAR BIASA. Bayangan sebuah pernikahan menjadi jauh berbeda

Aku bersyukur, aku dan kamu masih seperti dulu.

Aku tetaplah aku dengan segala sifatku, dan kamu kekasihku tetaplah engkau yang dulu. Aku menikahimu karena kamu yang dulu, dan aku tidak ingin kau merubah itu. Aku hanyalah manusia yang mempunyai banyak kekurangan, dan kau pun begitu. Kita hanya butuh saling pengertian….sangat butuh itu. Aku tak ingin kau menjadi seseorang yang lain, yang tidak aku kenal itu, dan aku bersyukur kau tak begitu. Seiring waktu kita berdua mungkin akan berubah, tapi kuberharap dengan rasa bahagia, dan karena kita saling mengerti mengapa kita harus berubah ke arah itu.

Aku bersyukur, karena kita bukan pasangan yang sempurna.

Ada tangis, ada pertengkaran panjang, ada argumen dan ada kesal dan marah hati. Namun ada juga senyuman manis, ada juga tawa bahagia, ada pelukan hangat, ada tangisan bahagia, ada ciuman bermakna, dan ada kata2 penyemangat. Ini pun akan berlalu. Yup, kita bukanlah pasangan yang sempurna, aku bersyukur karena itu. Semua yang sempurna hanya milik DIA. Dengan segala keyakinan, serahkanlah semuanya kepadaNya, kita hanya bisa berusaha, sekuat tenaga untuk saling mengerti dan tetap mengasihi.

Aku bersyukur, karena kita bukan orang tua yang hebat!

Segala kekurangan ilmu dan pengalaman membuat kita selalu berbesar hati dan bersemangat untuk belajar membesarkan Azka. Tak ada yang paling indah selain melihat Azka menangis, bernyanyi, tertawa, berceloteh dan melakukan kenakalan-kenakalan kecilnya dan kita berdua berada disana menyaksikannya dan kita tahu penyebabnya.

Aku bersyukur, kita tercipta sebagai mahluk yang lemah.

Tuhanku, aku tahu, pada akhirnya cintaku masih lemah. Mungkin juga kekasihku. Mungkin juga semua mahluk di dunia ini. Akan selalu ada godaan, akan selalu ada rasa kurang percaya, akan selalu ada rasa tak mengerti, dan segala penghalang lainnya. Namun, ijinkanlah aku dan kekasihku bersandar pada Cinta Mu Yang Maha Besar itu. Ijinkanlah aku dan kekasihku, di usia pernikahan kami yang ke-3 ini berharap akan terus datang cobaan itu, pertengkaran itu dan semua penghalang lainnya. Tapi bila kau juga ijinkan, aku berharap kau juga berikan kami semua kekuatan yang kami punya untuk menghadapinya. Ijinkan agar segala cobaan yang kami lalui bisa membuat kami naik kelas. Jangan biarkan kami kehilangan semangat untuk naik kelas itu. Kau lebih tau maksudku. Amin.

—————————————-
30 Maret 2005
Sekedar kumpulan kata untuk Aku dan Kekasihku di hari pernikahan kami yang ke-3.

Administrator @ 10:48 am
Filed under: Footnote
AZKA - 2 Tahun

Posted on Monday 17 January 2005

Dear Azka,

Pasti Azka bingung kenapa tadi pagi Ayah dan Bunda berdua nyanyi2 gak jelas di depan Azka. Hehehe….mungkin Azka belum ngerti, tapi hari ini…lebih tepatnya 2 tahun yang lalu, atas izin Allah lewat Bunda tercinta, Azka lahir ke dunia ini. Sebuah karunia yang tak terhingga buat kami berdua, sekaligus sebuah amanah yang harus kami pertanggung jawabkan nanti. Selamat Ulang Tahun ya Nak! Ya, bener banget, tadi pagi Ayah dan Bunda nyanyiin Azka lagu Ulang Tahun Nak.

Semakin hari, semakin banyak yang Ayah-Bunda ambil hikmah selama membesarkan azka 2 tahun ini. Semua orang tua pasti bahagia memiliki seorang anak, dan buat kami kehadiran Azka memberikan kebahagian yang tak terhingga. Ayah dan Bunda enggak tau apakah Azka merasakan kebahagiaan yang kami rasakan, baik lewat perhatian, pelukan, ciuman, dan obrolan kita sehari-hari.

Azka, Ayah dan Bunda saat ini sedang belajar menjadi orang tua untukmu. Belum seperti yang diinginkan memang, karena kami pun menyadari bahwa masih banyak sekali kekurangan. Namun, seiring waktu kami berdua selalu mencoba melakukan yang terbaik untuk mu. Mungkin waktu kami tidak banyak, tapi kami akan memberikan kualitas yg terbaik semampu kami saat bersamamu. Mungkin kami terkadang tidak sabar, tapi kami akan imbangi dengan banyak saling mengingatkan. Mungkin kami tak bisa memberikan semua yang seharusnya kau miliki, namun kami akan berusaha memberikan yang bermanfaat untuk mu. Mungkin kami tak bisa merasakan sakit yang kau rasakan, tapi percayalah bahwa kami akan selalu berada disampingmu untuk sama2 merasakannya.

Azka, Ayah dan Bunda tak akan memaksakan mu untuk menjadi seseorang. Kami ingin kaulah yang membuat pilihan. Mungkin kami akan sedikit egois memintamu mengikuti sebuah kegiatan, tapi percayalah….pilihan tetap milikmu. Hanya pengalaman yang akan mengajarkan kepadamu, mana yang terbaik untukmu.

Bila kau harus memilih siapa yang harus kau sayangi di dunia ini, pilihlah Bundamu, jangan aku. Dialah yang telah diberikan amanah untuk memeliharamu dalam kandungannya selama 9 bulan. Tentu bukan kau yang meminta, tapi kau akan tau bahwa begitulah jalannya kehidupan. Kelak kau akan belajar mengenai kasih sayang seorang Ibu. Kau pun tau, aku telah memilih, Ibuku dan Bundamu. Jadikanlah aku temanmu, sebagai tempat berbagi cerita, bagaiman cara menyayangi seorang ibu.

Sekali lagi, selamat panjang umur ya Nak. Peluklah Bunda, dia patut merasakan kebahagian itu, meski dia tak pernah memintanya. Ayah dan Bunda selalu mendoakan agar setiap kali kau diberikan cobaan, Allah akan menyertainya dengan sebuah petunjuk untuk menyelesaikannya. Jadikanlah banyak cobaan itu sebagai ujian yang akan membentuk dirimu sesungguhnya nanti. Semoga ilmu yang kau dapatkan selalu disertai dengan kebijaksanaan dalam menggunakannya. Semoga Allah SWt selalu meridhoi langkah2mu.

Jakarta, 17 Januari 2005
Love you always,

Ayah dan Bunda.

Administrator @ 10:49 am
Filed under: Footnote
So(k) Busy

Posted on Tuesday 21 December 2004

Lama gak ngeblog membuat saya merasa ada bagian yang hilang dari rutinitas. Maklumlah, selain saya memang sedang giat2nya belajar nulis lewat fasilitas ini, menurut saya menulis itu menjadi sebuah terapi yang sangat mengagumkan. Jadi bisa dibilang kalo saya enggak ngeblog berarti saya udah gak ikutan terapi sekian lama.

Bukannya disengaja kalo setelah Idul fitri kemarin kegiatan kantor (boleh juga dibilang “pekerjaan”) semakin menggunung. Big Boss udah ngasih deadline bahwa Knowledge Management Center yang saya buat untuk kantor harus siap launching setelah Lebaran. Jadilah beberapa hari setelah lebaran saya sibuk dengan segala persiapan untuk launching dihadapan para Partners, Lawyers dan sesama Manager.

Cukup melelahkan mengerjakan sesuatu yang dikejar2 seperti ini. Tapi saya tau, begitu Knowledge Management yang saya sebut sebagai Knowledge Center (let’s call KC for short) ini selesai cetak birunya, ke depan akan lebih mudah lagi melihat kekurangan2nya. Jadi semangat saya tetap tinggi untuk menyelesaikan KC ini, berhubung kegiatan maintenance nanti mestinya lebih menantang.

Walhasil, cukup membuat user2 yang saya presentasikan, which mereka sebenarnya targeted user itu, mengaku sangat puas dengan ide yang tercakup dalam KC ini. Meskipun sampai saat ini hanya Lawyers yang belum diberikan presentasi namun animo dari Partners dan Managers sangat baik. Well, sebuah permulaan yang baik. Saya sangat memerlukan dukungan Managing Partner dalam langkah ke depan, karena dia sebagai penasehat proyek ini. Partner-partner ini cukup well-informed terhadap kecanggihan teknologi dan informasi.

Selesai presentasi KC, ada babak baru lagi. Momen Natal dan Tahun Baru. Seperti biasa para partner udah mengejar saya untuk dibuatkan E-Card Season’s Greeting yang akan dikirim ke klien2 kita. Tidak mau yang biasa2 saja, tapi yang bertema Indonesia. Well, dari 2 yang udah saya tawarkan, masih harus diedit lagi. Yah, mudah2an ada ide baru lagi..i really need it.

Peer terakhir adalah rencana budget 2005. Beberapa rekan kerja sudah saya kerahkan untuk mengumpulkan informasi yang berguna dalam planning saya tahun 2005 nanti. Cuma ya itu, berhubung E-Card belum kelar, ya….disambi2 aja dulu juga budgetingnya.

Well…demikianlah kira2 kejadiannya. Sekarang, disela2 deadline yang melototin saya (well, who cares!) akhirnya postingan ini saya buat. Mohon maaf kepada teman2 yang sudah berkunjung dan masih melihat weblog saya belum update kemarin2. Terutama buat yang udah kasih komen….saya merasa bersalah kok. Saya tau kok rasanya gimana (Sok tau lo Bek!)

Well, at least ketidakproduktifan saya diblog ini diimbangi dengan aktifan saya di pekerjaan yang semakin baik. Moga2 tahun depan semua bisa berjalan seiringan…’cos I can’t live without writing

Administrator @ 10:50 am
Filed under: All in a day's life
Cerita Supir Taxi

Posted on Tuesday 25 May 2004

Akhir2 ini saya agak melupakan sebuah terapi yang kerap saya lakukan bila sedang punya masalah. Padahal, terapi ini sangat mudah dilakukan. Tidak perlu ongkos mahal, hanya butuh kesediaan mendengar. Ya, terapi saya di saat2 sulit itu adalah : mendengarkan masalah orang lain.
Memang, mendengarkan masalah orang lain tidak menyelesaikan masalah kita. Tapi setidaknya berawal dari situ kita bisa sedikit melupakan masalah sendiri. Tak jarang pula kita bisa semakin punya rasa percaya diri setelah mendengar atau bila bisa membantu menyelesaikan masalah orang lain.

Supir taxi adalah sebagian dari ‘teman’ yang membantu mengingatkan saya kembali akan terapi ini. Teman seperjalanan yg satu ini memberikan kesempatan kepada saya untuk mendengarkan ceritanya. Padahal saya sendiri kadang tidak mengerti mengapa mereka mau bercerita kpd saya.

Salah satu curhat yg berkesan adalah ketika salah satu dr mereka bercerita mengenai penumpangnya yg kaya raya namun kikir, sebutlah si A. Ceritanya argo taxi menunjukan harga Rp. 9700 ketika sampai di rumah si A. Dia menjelaskan kpd si A bhw tdk memiliki uang kembali Rp.300, jd kl bisa pakai uang pas saja. Namun si A tdk percaya. Akhirnya si supir memberikan uang Rp.1000 miliknya dgn harapan si A akan mengembalikan Rp. 700 miliknya. Namun tak dia sangka, ternyata si A pergi begitu saja tanpa memberikan uang kembalian buat si supir. Salah siapa?

Lain lg cerita supir taxi yg kemarin sore. Dia mengeluhkan perusahaannya yg memperkerjakan supir2 layaknya budak. Semua jasa baik yg mereka lakukan yg membuat nama perusahaannya semakin harum di mata pelanggan ternyata tak berdampak baik buat kesejahteraan mereka. Yang memilukan adalah betapa komisi yg kecil yg ia dapatkan bahkan tak sanggup menutupi uang sekolah anaknya yg sudah menunggak 6 bulan. Tambah lagi uang buku yang mau tidak mau harus selalu dibeli. Akhirnya dia harus memutuskan hanya membeli buku anaknya, karena hanya itu yang dia mampu.

Ingin marah sebenarnya bila ingat ketimpangan hidup seperti ini. Ingin membantu, tp saya tau mereka pasti lebih memiliki harga diri krn mereka bercerita bukan mengharapkan sedekah dr saya. Mereka hanya ingin bercerita, itu saja. Bahkan pernah saya bertemu ibu dan anaknya yang kelaparan dan compang-camping, namun mereka tidak mengaharapkan apa2 dari saya..tidak memaksa meminta sedekah.

Ujung-ujungnya, terapi saya ini mengajarkan saya untuk lebih bersyukur, bahwa masih banyak orang2 yang menganggur ketika saya stress akibat pekerjaan, masih banyak orang2 yang tak mampu makan layak ketika saya mengeluhkan katering kantor yang membosankan, dan masih banyak hal yang harus saya syukuri setiap kali bangun pagi melihat istri dan anak masih sehat2 dan tersenyum kepada saya.

Aku tahu, Tuhanku pasti memiliki rencana yang terbaik buat mereka semua.

Administrator @ 10:51 am
Filed under: Uncategorized